Langsung ke konten utama

Hay, Aku di Belakangmu. Tengoklah !

" Hay aku ada dibelakangmuuu, tengoklah ke belakang " rasanya aku ingin teriak seperti itu padamu. malam itu, ketika aku melihat punggungmu di lampu merah sekupang.
And pada akhirnya aku memutuskan untuk bertanya, "hayoo dari mana? " lewat direct massage instagram. Dan seperti biasa, dibales futsal. Udah gt ajaa.
Kadang aku berpikir, kamu seperti abu abu. Yang ada kalanya aku bisa melihatmu seperti biru muda ketika kamu baik. Dan kadang kamu terlihat hitam pekat ketika aku tidak bisa mengartikan segala sesuatu yg kamu sampaikan dengan bahasa yang tidak ku pahami. kamu hitam ketika kita diam saling pandang tanpa bicara. kamu hitam ketika kamu hanya membaca pesan singkatku. Dan kamu hitam ketika memandangku sejenak lalu memalingkan wajahmu.

Kadang kamu terlihat seperti Menginginkanku, kadang kamu terlihat seperti ingin menolakku.
Tentangmu yang sudah membuatku menangis 2 kali. Terimakasih hari ini aku ucapkan padaNya karena masih mengijinkanku untuk melihatmu, walau dari jauh. Mengawasimu diam diam walau kadang aku pura pura tidak melihatmu. Memilih diam ketika berpapasan denganmu, menurutku adalah cara terbaik untukku agar tidak terus menerus mengindahkanmu.

Maaf untuk kelancanganku hari ini. Tadi aku dengan sengaja melihat nomor sepatumu yang ada dijajaran rak sepatu. Maaf akhirnya aku mencari tahu sedikit tentangmu. Maaf karena aku lancang mengetahui sepatumu nomornya 43. Panjang sekalii ternyataa. Hehehehe

Aku selalu menepis harapanku kepadamu, ketika aku mulai sibuk berbincang tentangmu didepan sahabatku. Maaf aku harus menepisnya. Kadang aku merasa takut jika aku terus menerus membicarakanmu, aku merasa lupa. Jika kamu bukan milikku. Entah kalo esok, yang pasti untuk saat ini, aku selalu berharap kamu adalah laki laki yang menangkap signal dariku, bukan dari oranglain.

Oh iyaa tentang proposal yang pernah aku tanyakan kemarin, sebenernya aku bukan ingin membuat proposal. Tapi aku pengen tahu seperti apa wanita yang kamu cari. Itu aja sih. Dan jujur ketika kamu bilang kamu belum ngasih proposal ke temenmu , jujur hatiku masyaAllah senengnyaašŸ–¤
Alhamdulillah. Udah gt aja.

Aku tidur duluu. Besok aku lembur. Tapi kamu tidak. Baayyyy Assalamualaikum

Batam, 30 Maret 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa bentuknya Love?

  “Jangan telfon abang, abang lagi di kamar mandi. kenapa tuh? ” Pesan singkat yang tadi dikirimnya melalui whatsapp membuatku seketika ingin tertawa. “Dikamar mandi bawa hp ? ngapain ? main game ? “ tanyaku pada diri sendiri.   “ Laila besok nebeng yah bang. Motornya mau dibawa shinta  Check Up. Balasku ke dia. “ Oh iya Ok. Aman itu.” Aku minta padany auntuk berangkat jam 7.45 WIB. Dan dia bilang insya Allah, Berdoa saja. Gitu katanya. Kalian tahu apa yang sudah ku siapkan untukknya ? sepulang kerja tadi aku bikin salad buah sama shinta. Niatnya yang 1 dikasih bang ridho, dan yang 1 dikasih mas joko. Terus malah sisa lumayan, akhirnya kita kepikiran buat ngasih mbak kos kamar sebelah yang agamanya non muslim. Karena mbaknya itu baik, kadang kita suka tidur siang khilaf banget, dan biasanya mbaknya yang bangunin kita buat ngambil cucian yang hampir kena hujan. Gituuu guyss. Oh iya,Terus nih salad yang Laila siapin buat abang itu Laila kasih bentuk Love diteng...

Aku Menawarkan Masa Depanku. Are you Want ?

Assalamualaikum. Besok Libur panjang nih, jelang pemilu. Kamis masuk sih, jumat sabtu minggu libur lagi.  Hayy apakah kamu besok pergi? Aku ingin menikmati matamu. Dan suara tawamu. Bolehkah aku mengajakmu pergi?  Aku ingin duduk berdua denganmu di Alun alun Engku Puteri. Aku ingin mencobanya,Denganmu.  " Besok Mantai yuk bang, Mau tak ? Takut Panas? Ngemall yuk? Males? Yaudahdeh." Akhirnya aku memberanikan diri mengajakmu lewat chat wa.  Semisal tak maupun aku mgkin tetap akan mengajakmu suatu saat nanti. Entah dengan paksaan atau dengan tangisan. Segila itu ya aku? Hahaha taklah. Mungkin jika akhirnya aku tak ada kesempatan ngomong sm kamu, mungkin aku lebih milih mengutarakan semuanya lewat tulisan. Sama seperti aku menjelaskanmu dengan imajinasiku.  Aku ada keinginan buat ngajak abang ibadah. Seriusan. Aku lelah bang. Lelah dengan semuanya. Dengan pekerjaan, dengan teman, dengan orangtua. Aku ingin ibadah dengan abang. Sempat aku ke...