" Emangnya kalau Orang lagi sakit ini
yah, otak sama Tubuh sering tak sinkron? " Tiba Tiba Chatnya masuk di
Whatsappku malam ini.
Haaa? Dia ngechat aku. Tumben. Pikirkuu.
"Kadang suka gitu, emang siapa yg sakit bang? " balasku.
"Abang
sakit, pilek tak sembuh-sembuh. Kemarin 3 hari yg lalu udah sembuh, ini kambuh
lagi. Tadi kaki abang barusan juga nendang kursi, sakit kali "
Balasnyaa padaku.
Seketika
aku tertawa membayangkannya, lalu aku mulai membalasnya lagi. " Udh minum
obat? Boleh ketawa tak? Kok bisa kakinya nendang Kursi?"
Ada
ada aja abang yang satu ini. Dan Tiba-tiba mas Doni chat aku juga loh. Siapa
Doni? Mas Doni adalah salah 1 temen bang Muklis yang dikenalin ke aku.
Dia adalah temen bang muklis yang katanya udh mapan sih. Mobil ada,
rumah ada. Mapan gitulah katanya, aku sempat ketemu sama mas Doni sekali
waktu diajak bang Muklis main ke Pantai Viovio bareng dengan istrinya dan kedua adik perempuannya. Tepatnya pada bulan Februari lalu,
tapi aku merasa tak cocok. Jadi ketika dia sudah mencoba untuk mendekat
lagi, hatiku selalu bilang jangan Lail, jangan beri dia harapan. Makanya
Chatnya Mas Doni malam ini takku balas. Hanya chat si Abang aja yang aku
balas. Jujur dulu aku juga ragu sama si Abang, aku tak pernah setuju
ketika dia mulai menggodaku, mulai ribut dengan storyku instagramku, dll. Tapi
setelah aku tahu dia dari keluarga Sunnah, Manhaj salafy, aku malah mulai ingin dekat
dengan dia. Bukan karena apa apa, karena aku tahu dia baik dan dari
keluarga sunnah. Awalnya pas aku tahu itu, aku nangis sekencang
kencangnya. Aku selalu minta sama Allah jodoh tiap kali aku sholat, sebenernya
jodohku mungkin sudah diberi signal ke dia, tapi aku dulu nolak. Makanya
aku seketika merasa sedih, hancur dan Ihh Lailaaa kamu tu nyari apa
lagi?
Nahh kurang lebih
aku merasa seperti itu. Aku tak pernah setuju ketika orang lain
mencomblangkanku dengan si Abang, dulu. Sekarang aku malah berharap.
Allah memang yang Maha Pembolak Balikkan Hati HambaNya.
Okay
kembali ke Judulnya. Aku Cemburu. Iyaa hari ini aku cemburu. Tadi siang
aku kenalan sama Anak SMS yang baru, namanya Zain. Anak Bukit Tinggi,
dia tinggal di Botania, aku memberinya tawaran untuk tinggal di kosku, supaya
lebih dekat gitu.
Singkat cerita aku tadi juga
ngomong ke Pak Zulham, kalau aku nawarin Zain buat pindah ke Kosanku.
Tapi pak Zulham nambahinnya gini " Wah iya Lak, pas Kali itu, nanti
berangkatnya bisa sama Bang Ridho"ucap pak Zulham dengan semangatnya menggodaiku. Disitu ada Shinta juga, dan mereka
sepakat menertawakanku saat itu. Dan diriku beserta perasaanku bilang " Tak Boleh, bang Ridho Tak boleh berangkat sama cewek itu". dan setelahnya Seketika otakku
mengatakan," Laill kamu cemburu yaa. Jangaan Cemburu Lail, bang Ridho
tu belum halal untukmu. "
Hatiku tak karuan, seketika aku membayangkan dia dimiliki oranglain, dia dibahagiakan oranglain, okay fix, aku Sedih.
Aku selalu menolak hatiku ketika ia condong sekali kepadamu,
Aku
tak pernah memperbolehkan hatiku berharap padamu terlalu dalam.iya , aku benar benar tak pernah mengijinkannya,karena Itu
sangat menyakitkan. Jika suatu saat nanti kita bersama, akan ku beritahu
padamu jika aku pernah cemburu. Sekali saja, iya sekali ini, baru hari
ini.
Dan jika kita tidak bersatu, aku juga tetap
akan memberitahumu, supaya kamu tahu, ada seseorang yang mencemaskanmu
dimiliki oranglain.pada hari ini.
Aku selalu menolak Mataku
ketika ia bilang semakin hari kamu semakin indah. Dengan tatapanmu yang
itu, aku suka, hatiku berdebar. Denyut nadiku seolah berhenti, Aku suka
matamu. Walaupun otakku selalu menolaknya supaya aku tak menyukaimu,
bukan tak menyukaimu, hanya menolak untuk menyukaimu.
Jujur saja itu belum bisa aku lakukan.
Aku
pengecut. Pada Kenyataan aku selalu menolakmu, menolak berharap padamu.
Tapi kepada Sang Pembolak balik hati, aku Mengakui berharap padamu, Aku
Memintamu dariNya, Aku MemintaNya untuk menjaga hatimu untukku. Iyaa
hanya untukku. Jika ada wanita lain yang pantas mendapatkan hatimu, aku
harap wanita itu lebih baik dariku.
Aku
selalu sedih, ketika aku membayangkan kepulanganku. Aku tidak akan
bertemu lagi denganmu, memandang wajahmu, bahkan mendengar namamu, itu
tak akan bisa ku lakukan lagi. Memandang Sepatumu dipagi hari dan saat
pulang kerja, itu sudah menjadi bagian dari rutinitasku selama ini tanpa aku sadari. Kadang aku
benci melihatnya ketika melihat sikapmu aku tak bisa membacanya. Tapi
kadang aku dorong-dorong ke dalam rak, karena aku rindu.
Biarkan Allah Yang Menentukan semuanya.
Aku menyerahkan Hatiku padaNya, mintalah jika memang kamu ingin memilikiku.
Besok
hari Jumat, nanti Malam aku mau sholat tahajud, memintamu dan hatimu.
Jujur tanpa bohong, terang terangan dalam Sholat di sepertiga malam
Terakhirku. Tidur duluuu ya, Assalamualaikum.
Oh iyaaa masalah chat tadi, dia sepertinya sudah tidur. Semoga esok dia sudh baikan. Aamiin. See youuuuu~
Batam, 11 April 2019
Komentar
Posting Komentar